Ketika Gue Merasa Insecure
Tidak ada salahnya kita minder boleh saja, sebab memang manusia tempatnya melakukan salah. Tapi, kalau memang bisa untuk bertahan kenapa kita harus minder. Kadang kehidupan tidak selalu sama seperti apa yang kita mau.
Ya, gue pernah berada dalam masa yang begitu kelam. Dari segi fisik gue pun itu membuatku insecure, karena memang nggak sesempurna mereka teman-teman gue. Kadang gue ingin melakukan apapun yang gue bisa tanpa harus melihat kesana-kemari. Namun, gue sadar gue masih punya orang tua dan keluarga, jika gue melakukan apapun yang membuat mereka sedih bagi gue itu adalah kesalahan luar biasa dalam hidup gue.
Gue dilahirkan oleh orangtua gue seperti ini, seharusnya aku bersyukur bukannya aku merengek untuk merubah apa yang telah aku punyai. Insecure yang berlebihan kadang membuat gue takut sekedar untuk keluar dan di lihat orang. Tapi, setelah aku melihat dan mendengar sesuatu gue sadar itu semuanya hanya karena keimanan gue yang belum sepenuhnya kuat saja. Keimanan gue ternyata masih dalam tahap yang amat lemah.
Iyaps, saat gue mendengar apa yang dikatakan oleh salah satu ulama besar di Indonesia yaitu Buya Yahya. Gue jadi sadar bahwa selama ini gue hanya kurang bersyukur gue hanya melihat yang di atas gue dan gue lupa melihat di bawah gue.
Makanya, sejak saat itu aku berusaha melihat mereka yang ada di bawah gue yang kondisi fisiknya *mohon maaf* tidak sempurna. Aku hanya tidak sempurna dalam masalah sedikit, tapi mereka yang punya masalah fisik dengan kondisi yang tidak sedikit. Gue berpikir kenapa mereka yang semacam itu masih tersenyum dan gue yang Alhamdulillah seperti ini tidak bisa tersenyum.
Oh, iya gaes kembali lagi ke tausiyah yang saya dengar dari Buya Yahya tentang minder
Menurut Beliau orang minder itu puncak kesombongan seseorang, Beliau menyatakan sebagai umat Islam harus wibawa. Orang minder karena dirinya fakir, tidak cantik, dan lain-lain maka dia kemungkinan akan menjadi sombong. Orang minder itu bukan selalu baik, so minder itu kesombongan yang kegencet kefakiran dan kelemahan diri. saat gue merasa lemah gue minder dan nanti jika gue kuat bisa jadi gue akan sombong, itulah kenapa minder adalah puncak kesombongan itu sendiri. Orang islam jangan minder, karena kita punya Allah. Fisik jelek kurus, item dan lain-lain jangan minder, karena kita punya Allah. Allah menciptakan apapun pasti mempunyai kebaikan, keistimewaan dan percayalah bahwa dalam diri kita Allah titipkan kebaikan dan keistimewaan itu.
Memerangi keminderan alias insecure yaitu jangan terlalu berbagga dengan dunia. Intinya apa yang kita miliki di dunia, paras secantik aktris korea, setampan aktris korea, harta sebanyak lautan jika tidak digunakan dengan baik akan sia-sia lagian semua yang barang dan benda mewah yang kita punya tidak akan kita bawa mati.
biar lebih jelas, lo juga bisa dengar tausiyah beliau di
Nah, semenjak saat itu gue seperti orang bodoh amat dengan kecantikan wanita disekelilingku. Mereka yang punya teman dan penggemar beribu-ribu gue bodoh amat nggak peduli. Gue paham selama gue menjadi pribadi yang baik, mereka yang datang padaku adalah orang baik yang mau menerima gue apa adanya.
Gue sering di katakan orang bodoh amat alias sekarepe dewe dan ada banyak kejadian. Parahnya gue tidak diajak ngomong dan dijauhi oleh mereka, teman-teman gue. Tapi, bagi mereka yang baik dan mengerti gue, yang biasanya gue sebut sahabat. Mereka malah welcome abis ke gue dan mereka lebih tahu gue dari pada mereka yang ngaku teman gue.
So, kesimpulannya bagi gue adalah :
Orang yang sok akrab sok kenal itu banyak, tapi orang yang bener-bener mau menerima semua kekurangan dan kelebihan kita itu hanya sedikit. Ibaratnya lo punya temen 1000, di sana hanya ada 1 orang yang sangat mengerti lo dan yang lainnya hanya ala-ala kenal doang. Yes, gitu menurut gue. Jadi, nggak ada gunanya insecure hanya untuk mendapat ketulusan palsu dari 999 teman yang nggak bisa manerima kekurangan kita. cukup punya sahabat 1 aja yang tulus, daripada 999 teman tapi munafik. 😎😎
Jadi jangan Insecure ya, tetap semangat sahabat SEN ☺☺
Komentar
Posting Komentar