Postingan

Dear Hidupku

  Dear Hidupku Separuh Nyawa   Dear hidupku Kenapa kau mudah remuk  layaknya kapuk  Kenapa kau mudah layu layaknya debu Rasanya aku membenci semua jalan hidup ini Seolah terkulum nestapa angkara yang tak bercelah Muak aku dengan korelasi yang tak berarti Katanya Tuhan bakal mengerti  Nyatanya aku terus sakit hati   Dear hidupku Jika kau lelah nggak usah berjuang lagi Nggak akan ada manusia yang bakal mengerti Mereka hanya melihat kita sebagai dua jati diri Lelah tidak akan ada yang peduli Menangis tidak ada yang mengasihani Untuk apa kau masih tak mengerti Bahwa mati mungkin jalan yang jadi inti   Dear hidupku Kalau  kau masih kuat ayo bertahan  Paksakan jika mau tumbang  Sakit pun tidak masalah  Setidaknya masih ada keinginan berjuang  Meski kadang jiwa kosong bagai kuburan Hanya ada setan yang siap berdendang Mengumandangkan sebuah kematian    Dear hidupku Kalau masih betah jangan menyerah Meski susah jangan mendesa...

Ketika membandingkan hidup kita dengan orang lain

  Ketika membandingkan hidup kita dengan orang lain Separuh Nyawa   Pernah nggak sih kita refleks bilang kek gini, “Enak ya dia bi sa punya semuanya yang dia pengen, bisa melakukan apapun yang dia mau sesuka hat i . Enak ya dia anak orang kaya. Enak ya dia bisa kerja di tempat dengan gaji gede. Enak ya dia punya pacar kaya. LHA AKU ?” Jika kita masih berpikiran seperti ini tolong stop! Tidak ada manfaatnya membandingkan hidup kita dengan orang lain . Soalnya waktu kita akan habis buat menganalisa apa kurangku dan apa kurang mereka . Menurut aku, jika kita mau mau membandingkan antara apa yang ada dalam diri kita dengan orang lain. Itu bukan dari harta maupun tahta. Namun, dari semangat berprosesnya. Kegigihannya, ketekunannya, keuletannya, ketahanbantingnya, dan lain-lain.   Pentingnya lagi, kita tidak tahu apa yang hati mereka rasakan. Kadang kita ingin berada dalam kehidupannya, karena bagi kita itu indah. Namun, mereka yang melihat kita kadang juga berp...

Ketika teringat orang di masa lalu

                                                               Ketika Teringat Orang Di Masa Lalu Separuh Nyawa Setiap orang pasti punya kisah masa lalu. Bahkan dalam ukiran kisah itu, ada manusia yang andil di dalamnya. Hal itu menjadi alasan mengapa ketika membahas masa lalu, ada aja sesuatu yang membekas. Entah yang membuat luka atau yang membuat bahagia. Iya, t erkadang ada yang mengatakan kuburla h masa lalumu, cukup jadikanlah pelajaran untuk masa yang akan datang . Sayangnya, mengubur masa lalu tak semudah membuat galian tanah dan menimbunnya begitu saja. Bagiku Interpretasi dari mengubur masa lalu adalah menghilangkan sebagian hidup kita. Ya, soalnya masa lalu itu bagian kehidupan kita. Kalau mau mengubur masa lalu, berarti kita harus lupa ingatan dulu dong . Iya nggak sih? Se...

Ketika kita dipaksa speak up, tapi tidak dihargai

  Ketika kita Dipaksa S peak Up , T api Tidak Dihargai Separuh Nyawa Kita pasti pernah disuatu latar tempat dimana kita berbicara, namun tak ada yang menghiraukan. Ada suatu latar juga ketika kita tidak mau bicara. Tapi dipaksa untuk berbicara. Sayangnya apa yang kita bicarakan juga tidak dipedulikan. Semacam ada tapi tak dimanusiakan, sakit dong pasti? Namun disitu kita diharuskan terus tersenyum dan mendengarkan yang lain berbicara. “ Kenapa diam saja sih, ngomong dong! Kayak kita gitu ngomong ini itu biasa” Faktanya , bagaimana kita mau ngomong, baru mangap saja udah keselip yang lainnya. Pas kita udah ngomong, pada sibuk dengan obrolan yang lain. “Sebenernya disini aku ngapain? Kayak patung selamat datang dan selamat tinggal doang. Waktu datang duduk diam dan pas pulang ya udah wassalam” Kepengen banget buat pergi, tapi ya lihat kondisi. Mana mungkin langsung pergi begitu aja tanpa embel-embel pamitan. Terkadang efisien si yang bisa kita lakukan kalau bica...

Ketika Harus Menerima Keadaan, Padahal Hati Terluka

    Ketika H arus Menerima Keadaan, Padahal Hati Terluka Separuh Nyawa   “ Tuhan bolehkan aku ngaso sebentar buat ngopi dan tidur menikmati mimpi? ” dan seolah-olah Tuhan kasih jawaban lewat kondisi kita . Iya, kita harus menerima keadaan. Meski hati kita sebenarnya tidak rela. Hati kita sebenarnya terluka. Hati kita sebenarnya lelah. Kita mau demo, tidak bisa. Kita mau membully, tidak kuasa. Mau punya pikiran picik, takut dosa. Kalau ketahuan polisi di penjara. Jadi, apa jalan keluarnya? Bunuh diri? NO Yuks belajar berdamai dengan diri sendiri! Ajak hati kita buat rela melepaskan apa yang kita inginkan. Merelakan dan   melepaskan apa yang tidak bisa kita miliki. Awalnya sulit memang. Perlahan pasti bisa. Ajak hati kita intropeksi kondisi. Jangan lupa ajak hati kita mendekati Tuhan, ini yang paling penting. Meski hati kita sakit banget tidak masalah. Hati kita kecewa berat, tidak masalah. Menikmati sakit hati itu, layaknya tantangan yang menyeram...

Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan

Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan Separuh Nyawa   Apa yang kita lakukan. Tidak selamanya nampak di hadapan orang. Tidak selamanya memuaskan orang. Tidak selamanya membuat orang bahagia. Lucu memang. Sakitnya lagi, ketika kita telah berusaha sebaik mungkin. Ibarat kata masa telah kita pertaruhkan untuk kebahagiaan mereka. Ternyata kita hanya angin lalu. Tidak di anggap apa-apa. Iya, sebagian manusia memang seperti itu. Setriliun kebaikan yang kita berikan, akan musnah dengan satu kesalahan yang kita lakukan. Meski tidak sengaja.  Pentingnya kita di hidup mereka, akan tergusur dengan satu orang yang jago mengambil hatinya. Oleh karena itu, jangan pernah berharap banyak kepada manusia. Pasti luka yang kita dapatkan. Pasti penghianatan yang akan kita rasakan. Boleh kita berjuang. Lakukan demi status kita sebagai hamba Tuhan. Kita berjuang untuk saling support, menolong dan mengibur orang lain. Tapi tujukan perjuanganmu itu karena Tuhan. Jangan berjuang kare...

Ketika Merasa Salah Dalam Mengambil Keputusan

    Ketika Merasa Salah Dalam Mengambil Keputusan Separuh Nyawa   Kita paham mengambil keputusan itu susah. Terutama keputusan yang akan berpengaruh besar dalam hidup kita. Seperti, jurusan pendidikan, pekerjaan, hingga jodoh. Pasti kita pernah sekolah dan merasa salah jurusan. Kita bekerja, tapi tidak sesuai dengan hati. Kita memilih jodoh, namun hati kita belum yakin dengan pilihan kita. Ini hal wajar. Tuhan itu Maha membolak-balikkan hati, Mungkin apa yang kita rasa belum klik dengan hati. Sebenarnya itulah yang paling bagus bagi kita. Tidak ada yang melarang kita untuk Insecure. Tapi jangan sampai putus asa. Jangan sampai putus harapan. Jangan sampai malas berjuang. Coba sejenak bayangkan! Apa yang sudah kita peroleh, dari keputusan yang telah kita ambil, namun menurut kita keputusan itu salah? Kita akan dapat pengalaman . . . Pengalaman terus belajar dan berusaha meski susah. Pengalaman memenuhi tanggung jawab pekerjaan, meski tak sesuai dengan hati....