Dear Hidupku

 Dear Hidupku

Separuh Nyawa

 

Dear hidupku

Kenapa kau mudah remuk  layaknya kapuk 

Kenapa kau mudah layu layaknya debu

Rasanya aku membenci semua jalan hidup ini

Seolah terkulum nestapa angkara yang tak bercelah

Muak aku dengan korelasi yang tak berarti

Katanya Tuhan bakal mengerti 

Nyatanya aku terus sakit hati

 

Dear hidupku

Jika kau lelah nggak usah berjuang lagi

Nggak akan ada manusia yang bakal mengerti

Mereka hanya melihat kita sebagai dua jati diri

Lelah tidak akan ada yang peduli

Menangis tidak ada yang mengasihani

Untuk apa kau masih tak mengerti

Bahwa mati mungkin jalan yang jadi inti

 

Dear hidupku

Kalau  kau masih kuat ayo bertahan 

Paksakan jika mau tumbang 

Sakit pun tidak masalah 

Setidaknya masih ada keinginan berjuang 

Meski kadang jiwa kosong bagai kuburan

Hanya ada setan yang siap berdendang

Mengumandangkan sebuah kematian 

 

Dear hidupku

Kalau masih betah jangan menyerah

Meski susah jangan mendesah 

Memang hidup tak seindah pejabat daerah

Yang punya rumah mewah dan harta melimpah 

Pura-pura aja tak ada masalah

Tersenyum meski nyatanya berdarah dan nanah

Berlari meski nyatanya kaki patah

Semoga kuat menjalani dunia yang tak mudah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Mentalmu dijatuhkan

Sang Putri Layu ~~ Puisi Akrostik

Ruang Penyemangat (Puisi Akrostik)