Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan

Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan

Separuh Nyawa

 

Apa yang kita lakukan. Tidak selamanya nampak di hadapan orang. Tidak selamanya memuaskan orang. Tidak selamanya membuat orang bahagia. Lucu memang.

Sakitnya lagi, ketika kita telah berusaha sebaik mungkin. Ibarat kata masa telah kita pertaruhkan untuk kebahagiaan mereka. Ternyata kita hanya angin lalu. Tidak di anggap apa-apa.

Iya, sebagian manusia memang seperti itu. Setriliun kebaikan yang kita berikan, akan musnah dengan satu kesalahan yang kita lakukan. Meski tidak sengaja.

 Pentingnya kita di hidup mereka, akan tergusur dengan satu orang yang jago mengambil hatinya.

Oleh karena itu, jangan pernah berharap banyak kepada manusia. Pasti luka yang kita dapatkan. Pasti penghianatan yang akan kita rasakan.

Boleh kita berjuang. Lakukan demi status kita sebagai hamba Tuhan.

Kita berjuang untuk saling support, menolong dan mengibur orang lain. Tapi tujukan perjuanganmu itu karena Tuhan. Jangan berjuang karena ingin di prioritaskan orang.

Boleh kita memberikan apa pun yang kita punya. Tapi, jangan berlebihan. Jangan melangkahi batasan. Jangan menerobos aturan Tuhan.

Tata hati kita serendah mungkin. Jangan menganggap kita siapa-siapa. Jangan berharap kita harus dihormati dan dipentingkan orang lain. Jangan berharap kita di nomor satukan orang lain. Jangan berharap kita penting di hidup orang lain.

Dengan demikian, jika kita tidak di anggap sama sekali. Hati kita bisa lebih legowo. Lebih kuat dan lebih cepat damai dengan keadaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Mentalmu dijatuhkan

Sang Putri Layu ~~ Puisi Akrostik

Ruang Penyemangat (Puisi Akrostik)