Ketika membandingkan hidup kita dengan orang lain

 

Ketika membandingkan hidup kita dengan orang lain

Separuh Nyawa

 

Pernah nggak sih kita refleks bilang kek gini,

“Enak ya dia bisa punya semuanya yang dia pengen, bisa melakukan apapun yang dia mau sesuka hati. Enak ya dia anak orang kaya. Enak ya dia bisa kerja di tempat dengan gaji gede. Enak ya dia punya pacar kaya. LHA AKU?”

Jika kita masih berpikiran seperti ini tolong stop! Tidak ada manfaatnya membandingkan hidup kita dengan orang lain. Soalnya waktu kita akan habis buat menganalisa apa kurangku dan apa kurang mereka.

Menurut aku, jika kita mau mau membandingkan antara apa yang ada dalam diri kita dengan orang lain. Itu bukan dari harta maupun tahta. Namun, dari semangat berprosesnya. Kegigihannya, ketekunannya, keuletannya, ketahanbantingnya, dan lain-lain.

 Pentingnya lagi, kita tidak tahu apa yang hati mereka rasakan. Kadang kita ingin berada dalam kehidupannya, karena bagi kita itu indah. Namun, mereka yang melihat kita kadang juga berpikir, bagaimana menjadi seperti kita.

Makanya ada kalimat,

hidup harus sawang-sinawang

Soalnya kita yang menyawang mereka belum tentu benar-benar bahagia. Mereka yang menyawang kita bahagia, kitanya juga belum tentu bahagia.

Hidup masing-masing orang itu ada porsinya sendiri. Kadang memang apa yang kita lihat dari orang lain sebuah kebahagiaan, belum tentu itu adalah kebahagiaan bagi kita. Sebaliknya, apa yang mereka anggap sebuah kebahagiaan bagi kita, juga belum tentu kebahagiaan bagi mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Mentalmu dijatuhkan

Sang Putri Layu ~~ Puisi Akrostik

Ruang Penyemangat (Puisi Akrostik)