Curhat yuks!! -- Baca ini jika kamu merasa lelah
Iya, kondisi semacam ini cukup membuat gue merasa tidak berguna lagi untuk hidup. Kadang berpikir untuk berhenti dan mati adalah cara jitu yang bisa gue lakukan. Namun, kembali lagi entah ada angin apa, hati gue berkata untuk tidak menyerah secepat itu.
Lelah wajar dan boleh saja, namun jangan menyerah meski sesulit apapun. Kadang gue merasa kenapa teman-teman gue bisa sukses dan bisa memenuhi apa yang mereka inginkan, sedangkan gue yang selalu berusaha masih gagal dan selalu gagal.
Nah, ketika gue berpikir untuk berhenti gue jadi semakin yakin kalau gue adalah orang yang paling menyedihkan. Gue melihat orang tua dan keluarga gue mati-matian membuat gue bahagia, masa iya hanya dengan cobaan segini gue harus menyerah dan membuat orang tua dan keluarga gue menyerah.
Iya, kadang kehidupan memang tidak pernah adil. Tersayang sembilu sering sekali kita alami, saat melihat mereka lebih sukses dan lebih makmur dari kita. Tapi pernahkan sekali saja kita tidak melihat dari sisi kesuksesan di dunia saja ... iya hal inilah yang gue dengar dari salah satu dosen gue dulu waktu gue masih kuliah.
Beliau selain dosen juga salah satu Da'i, makanya ucapannya selalu nyes. Saat gue melihat semuanya sudah wisuda duluan dan gue masih di tahap mulai mengerjakan proposal, rasanya sungguh nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Gue kadang merasa, oke gue nggak bisa nih kayaknya menyusul temen-temen gue dan kata pesimis lainnya.
Namun, berkat beliau gue jadi sadar, kalau sejatinya manusia itu punya rasa lelah yang teramat besar, namun kembali lagi jika rasa lelah menyerang dan tidak kita lawan itu artinya kita kalah. Di sini gue sadar, kalau gue telat lulus bukan karena gue bodoh, namun karena gue nggak sungguh-sungguh. Akhirnya gue lakukan yang terbaik supaya bisa menyusul yang lain, syukurnya gue bisa mengejar ketertiggalan itu dengan sebaik mungkin dan bisa lulus tepat meski molor 1 semester.
Nah, setelah lulus ada pertanyaan lagi. kenapa gue belum sesukses teman-temanku? ... gue sudah berusaha bekerja bahkan sudah sejak lama. Gue mencari kerja, namun sayang belum mendapat yang cocok atau memang gue nggak punya orang dalam, entahlah.
kembali lagi gue nggak putus asa dong, apa pun pekerjaan asalkan halal dan menghasilkan uang gue lakuin.Ya, salah satunya jadi contect digital creator, gimana rasanya? oh, ajib banget lur. Gue bisa belajar hal baru yang belum pernah aku pelajari di tempat kerja aku yang sebelumnya. Kalau di bilang enak nggak? please lur, kerjaan nggak ada yang enak. Enak enggaknya pekerjaan itu munculnya dari hati, bisa jadi kita merasakan pekerjaan ini hari ini terasa mudah, bisa jadi esuk hari kita merasa pekerjaan ini amat berat. Semuanya tergantung kondisi dan juga mood dari seseorang (di sini gue) itu sendiri.
So, apapun pekerjaan lo meski lo mempunyai gelar sarjana jangan penah menjadikan pekerjanan tersebut beban. Semakin lo merasa terpaksa semakin lo merasakan pekerjaan tersebut amat sangat menyiksa lo. kunci bekerja itu satu "jangan gengsi" intinya semua kita lakukan asal halal adalah terhormat daripada melakukan hal yang salah dengan bayaran besar. Iya dan pasti mereka bahagia, namun bagaimana dengan nanti di sana????
Komentar
Posting Komentar