Ketika Capek Tapi Harus Kuat Menjalani Hidup

 

 Ketika Capek Tapi Harus Kuat Menjalani Hidup

Separuh Nyawa


Bertahanlah! Kuatlah! Berjuanglah

Entah, berapa banyak lagi kata yang menyuruhku untuk mengerti keadaan tanpa penjelasan. Sebenarnya aku sudah melakukan apa yang mereka katakan. Namun, aku tidak tahu kenapa hasilnya tetap tidak sesuai ekspektasi mereka.

Lama-lama aku bingung, entah sekuat apa aku melakukan dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka, tapi saat aku jatuh mereka tetap menghujatku.

Terkadang pikiranku pelik, hanya karena memikirkan standarisasi dari mereka. Sekarang aku mengiyakan apa yang mereka sampaikan, meski bengis.

Ya, itung-itung aku kotak saran yang hanya diam dan bisa menampung semuanya, tapi belum tentu semuanya bisa direalisasi.

Lebih baik aku dibenci banyak orang, daripada aku harus susah payah menstandarkan standarku dengan mereka. Dunia tidak lama, buat apa berpusing-pusing di dunia hanya karena ingin memantaskan diriku di hadapan kalian.

Kesimpulan, maaf jika tingkah burukku membekas dalam hati kalian. Maaf jika ucapanku menukin dalam hati kalian. Sejatinya aku tidak mampu menjadi kalian, aku hanya mampu menjadi diriku sendiri. Terima kasih juga atas ucapan yang kalian lontarkan kepadaku.

Aku ingin bilang cukup sederhana saja,

Aku sudah capek dengan naskah kehidupan yang super ruwet ini. Jika kalian merasa hidupku menganggu kalian, tolong maafkan aku dan silahkan tinggalkan aku.

Tapi tolong, setidaknya jangan kalian buat naskah baru untukku. Cukup Tuhan saja yang membuatkan kalian mending diam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Mentalmu dijatuhkan

Sang Putri Layu ~~ Puisi Akrostik

Ruang Penyemangat (Puisi Akrostik)