Ketika Uang Dianggap Segalanya
Ketika Uang Dianggap Segalanya
Separuh Nyawa
Entah kenapa banyak manusia mengagungkan “sang uang” Tak ada
uang tak ada kehidupan. Iya nggak salah sih banyak yang bilang,
“Uang bukan segalanya,
namun segalanya butuh uang”
Hems jika uang adalah segalanya, pernah nggak kalian berpikir tentang
hal ini,
“Segalanya butuh uang, jadi malaikat
maut dibayar pakai uang saja. Biar kita bisa umur panjang untuk cari uang lagi, lagi dan lagi?” hahaha.
Persepsi manusia kadang lucu, segalanya harus uang. Akhirnya
ada namanya,
“cukup uang kurang kasih sayang” Siapa yang salah? Ya, yang di beri uang
kenapa harus perlu kasih sayang. Mestinya dikasih uang aja cukup, nggak usah
cari kasih sayang.
Ini pun kadang terjadi kepada anak. Orang tua memberi
uang banyak kepada anak. Namun anak tidak mendapatkan perhatian dan kasih
sayang.
Sebenarnya sebanyak apapun uang, tidak akan pernah bisa
membeli kasih sayang dan perhatian. Tetap ada rasa kurang puas dalam hidup,
karena ada relung hati yang kosong.
Boleh membanggakan dan mengagungkan uang, tapi tidak
dengan kebahagiaan. Uang yang hilang bisa dicari, namun jika kebahagiaan telah
kosong dan hilang. Kemana harus mencari? Perusahaan mana yang menyediakan
kebahagiaan, tidak ada. Hanya perusahaan Tuhanlah yang menyediakan.
Maka dari itu, sepantasnya mencari uang itu cukup, bukan
banyak. Cukup memenuhi ini dan itu, jika banyak akan lupa caranya bersyukur. Sebab,
semakin banyak uang, ketidakpuasan untuk mengusai dunia, semakin tidak
terbendung.
Komentar
Posting Komentar