Tuhan, Aku Ingin Pulang!
Tuhan, aku ingin Pulang!
Separuh Nyawa
Aku pernah berada dalam suatu kondisi, dimana aku ingin
pergi dari hiruk pikuk dunia. Entah kenapa, setiap detik yang aku jalani, bagiku hanyalah sebuah ilusi. Aku harus terus tersenyum meski hatiku
perih dan sakit.
“Bolehkan aku
sekali-kali mengatakan aku tidak baik-baik saja?”
Kadang pertanyaan ini selalu ingin aku
ucapkan dihadapan seseorang. Bukan, seseorang sih, melainkan dua orang. Mereka
yang amat aku harapkan selalu hadir dalam hidupku.
Namun, aku harus mematahkan harapanku sendiri. Aku tidak menyerah, hanya aku
menutup semua akses yang mengharapkan aku bahagia dengan mereka. Mungkin,
sebenarnya aku bisa bahagia dengan mereka. Tapi, aku tidak tahu kapan naskah
Kuasa itu akan terealisasi.
“Bolehkan aku
bertanya, apakah hidupku hanya sekedar hidup dan tak punya kasih sayang?”
Inilah pertanyaan klamufaseku kepada Tuhan. Bentuk basa-basiku
kepada Tuhan yang entah kenapa aku mengucapkannya. Alasannya sepele, aku ingin memaksa Tuhan mengizinkanku bersamanya.
Namun entahlah …
Terkadang kondisi kekosongan ini yang membuat hidupku di dunia terlalu berat. Merasa tidak ada
orang yang paham kondisiku dan mencoba memaksa orang lain untuk mengerti semua
tentang aku.
Namun, ketika aku mencoba menelaah kembali tentang hidup
ini. Memang tak ada rencana hidup yang sama seperti apa yang aku list-kan. Jadi, biar Tuhan saja yang
mengatur semuanya, sebab kalau aku yang mengatur, semuanya berantakan dan
sia-sia. Cukup dijalani meski terkadang marah dan tak mengerti.
Komentar
Posting Komentar