Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Ketika teringat orang di masa lalu

                                                               Ketika Teringat Orang Di Masa Lalu Separuh Nyawa Setiap orang pasti punya kisah masa lalu. Bahkan dalam ukiran kisah itu, ada manusia yang andil di dalamnya. Hal itu menjadi alasan mengapa ketika membahas masa lalu, ada aja sesuatu yang membekas. Entah yang membuat luka atau yang membuat bahagia. Iya, t erkadang ada yang mengatakan kuburla h masa lalumu, cukup jadikanlah pelajaran untuk masa yang akan datang . Sayangnya, mengubur masa lalu tak semudah membuat galian tanah dan menimbunnya begitu saja. Bagiku Interpretasi dari mengubur masa lalu adalah menghilangkan sebagian hidup kita. Ya, soalnya masa lalu itu bagian kehidupan kita. Kalau mau mengubur masa lalu, berarti kita harus lupa ingatan dulu dong . Iya nggak sih? Se...

Ketika kita dipaksa speak up, tapi tidak dihargai

  Ketika kita Dipaksa S peak Up , T api Tidak Dihargai Separuh Nyawa Kita pasti pernah disuatu latar tempat dimana kita berbicara, namun tak ada yang menghiraukan. Ada suatu latar juga ketika kita tidak mau bicara. Tapi dipaksa untuk berbicara. Sayangnya apa yang kita bicarakan juga tidak dipedulikan. Semacam ada tapi tak dimanusiakan, sakit dong pasti? Namun disitu kita diharuskan terus tersenyum dan mendengarkan yang lain berbicara. “ Kenapa diam saja sih, ngomong dong! Kayak kita gitu ngomong ini itu biasa” Faktanya , bagaimana kita mau ngomong, baru mangap saja udah keselip yang lainnya. Pas kita udah ngomong, pada sibuk dengan obrolan yang lain. “Sebenernya disini aku ngapain? Kayak patung selamat datang dan selamat tinggal doang. Waktu datang duduk diam dan pas pulang ya udah wassalam” Kepengen banget buat pergi, tapi ya lihat kondisi. Mana mungkin langsung pergi begitu aja tanpa embel-embel pamitan. Terkadang efisien si yang bisa kita lakukan kalau bica...

Ketika Harus Menerima Keadaan, Padahal Hati Terluka

    Ketika H arus Menerima Keadaan, Padahal Hati Terluka Separuh Nyawa   “ Tuhan bolehkan aku ngaso sebentar buat ngopi dan tidur menikmati mimpi? ” dan seolah-olah Tuhan kasih jawaban lewat kondisi kita . Iya, kita harus menerima keadaan. Meski hati kita sebenarnya tidak rela. Hati kita sebenarnya terluka. Hati kita sebenarnya lelah. Kita mau demo, tidak bisa. Kita mau membully, tidak kuasa. Mau punya pikiran picik, takut dosa. Kalau ketahuan polisi di penjara. Jadi, apa jalan keluarnya? Bunuh diri? NO Yuks belajar berdamai dengan diri sendiri! Ajak hati kita buat rela melepaskan apa yang kita inginkan. Merelakan dan   melepaskan apa yang tidak bisa kita miliki. Awalnya sulit memang. Perlahan pasti bisa. Ajak hati kita intropeksi kondisi. Jangan lupa ajak hati kita mendekati Tuhan, ini yang paling penting. Meski hati kita sakit banget tidak masalah. Hati kita kecewa berat, tidak masalah. Menikmati sakit hati itu, layaknya tantangan yang menyeram...

Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan

Ketika Sudah Berjuang, Tapi Di Sia-siakan Separuh Nyawa   Apa yang kita lakukan. Tidak selamanya nampak di hadapan orang. Tidak selamanya memuaskan orang. Tidak selamanya membuat orang bahagia. Lucu memang. Sakitnya lagi, ketika kita telah berusaha sebaik mungkin. Ibarat kata masa telah kita pertaruhkan untuk kebahagiaan mereka. Ternyata kita hanya angin lalu. Tidak di anggap apa-apa. Iya, sebagian manusia memang seperti itu. Setriliun kebaikan yang kita berikan, akan musnah dengan satu kesalahan yang kita lakukan. Meski tidak sengaja.  Pentingnya kita di hidup mereka, akan tergusur dengan satu orang yang jago mengambil hatinya. Oleh karena itu, jangan pernah berharap banyak kepada manusia. Pasti luka yang kita dapatkan. Pasti penghianatan yang akan kita rasakan. Boleh kita berjuang. Lakukan demi status kita sebagai hamba Tuhan. Kita berjuang untuk saling support, menolong dan mengibur orang lain. Tapi tujukan perjuanganmu itu karena Tuhan. Jangan berjuang kare...

Ketika Merasa Salah Dalam Mengambil Keputusan

    Ketika Merasa Salah Dalam Mengambil Keputusan Separuh Nyawa   Kita paham mengambil keputusan itu susah. Terutama keputusan yang akan berpengaruh besar dalam hidup kita. Seperti, jurusan pendidikan, pekerjaan, hingga jodoh. Pasti kita pernah sekolah dan merasa salah jurusan. Kita bekerja, tapi tidak sesuai dengan hati. Kita memilih jodoh, namun hati kita belum yakin dengan pilihan kita. Ini hal wajar. Tuhan itu Maha membolak-balikkan hati, Mungkin apa yang kita rasa belum klik dengan hati. Sebenarnya itulah yang paling bagus bagi kita. Tidak ada yang melarang kita untuk Insecure. Tapi jangan sampai putus asa. Jangan sampai putus harapan. Jangan sampai malas berjuang. Coba sejenak bayangkan! Apa yang sudah kita peroleh, dari keputusan yang telah kita ambil, namun menurut kita keputusan itu salah? Kita akan dapat pengalaman . . . Pengalaman terus belajar dan berusaha meski susah. Pengalaman memenuhi tanggung jawab pekerjaan, meski tak sesuai dengan hati....

Ketika Terjebak Dalam Keretakan Keluarga

  Ketika T erjebak Dalam Keretakan Keluarga Separuh Nyawa   Anak mana yang mau bepisah jauh dari kedua orang tuanya ? Nggak ada. Setiap manusia punya keinginan ada di tengah keluarga yang sehat dan harmonis. Namun, nggak semua manusia seberuntung itu. Kadang ada kok anak yang terpaksa di dekte mengerti perihnya kehidupan sejak dini. Kesan menyedihkan terdalam akan terasa. Bagi anak yang ditinggal meninggal dunia. Salah satu orang tuanya atau kedua orang tuanya. Ada juga anak yang dipaksa memilih salah satu dari orang tuanya karena broken home. Ada anak yang dipaksa pisah dari kedua orang tuanya, karena keadaan ekonomi. Orang tuanya berjuang jauh dan anak dititipkan ke keluarga yang di rumah. Kisah masing-masing anak itu berbeda-beda. Tidak semua anak bisa mengarungi bahtera kehidupan dengan keluarga yang bahagia dan harmonis. Jika kamu salah satu anak di atas. Silakan turunkan keinginanmu untuk hidup bahagia bersama orang tuamu. Kamu cukup naikkan doa dan ke...

Ketika Capek Tapi Harus Kuat Menjalani Hidup

    Ketika  Capek  T api H arus Kuat Menjalani H idup Separuh Nyawa Bertahanlah! Kuatlah! Berjuanglah Entah, berapa banyak lagi kata yang menyuruh ku untuk mengerti keadaa n tanpa penjelasa n. Sebenarnya aku sudah melakukan apa yang mereka katakan. Namun, aku tidak tahu kenapa hasilnya tetap tidak sesuai ekspektasi mereka. Lama-lama aku bingung, entah sekuat apa aku melakukan dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka, tapi saat aku jatuh mereka tetap menghujatku. Terkadang pikiranku pelik, hanya karena memikirkan standarisasi dari mereka. Sekarang aku mengiyakan apa yang mereka sampaikan, meski bengis. Ya, itung-itung aku kotak saran yang hanya diam dan bisa menampung semuanya, tapi belum tentu semuanya bisa direalisasi. Lebih baik aku dibenci banyak orang, daripada aku harus susah payah menstandarkan standarku dengan mereka. Dunia tidak lama, buat apa berpusing-pusing di dunia hanya karena ingin memantaskan diriku di hadapan kalian. Kesimpu...

Ketika Uang Dianggap Segalanya

  Ketika Uang  Dianggap  Segalanya Separuh Nyawa Entah kenapa banyak manusia mengagungkan “sang uang” Tak ada uang tak ada kehidupan. Iya nggak salah sih banyak yang bilang, “ Uang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang” Hems jika uang adalah segalanya , pernah nggak kalian berpikir tentang hal ini, “Segalanya butuh uang, jadi malaikat maut dibayar pakai uang saja. Biar kita bisa umur panjang untuk cari uang lagi , lagi dan lagi ?” hahaha. Persepsi manusia kadang lucu, segalanya harus uang. Akhirnya ada namanya , “cukup uang kurang kasih sayang” Siapa yang salah? Ya, yang di beri uang kenapa harus perlu kasih sayang. Mestinya dikasih uang aja cukup, nggak usah cari kasih sayang. Ini pun kadang terjadi kepada anak. Orang tua memberi uang banyak kepada anak. Namun anak tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Sebenarnya sebanyak apapun uang, tidak akan pernah bisa membeli kasih sayang dan perhatian. Tetap ada rasa kurang puas dalam hidup, karena...

Ketika Merasa Tidak disayang Orang Tua

                                                                  K etika Merasa Tidak disayang Orang  T ua                                                   Separuh Nyawa Manusia terkadang lucu, tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya dengan blak-blakan. Tidak terkecuali, orang tua kepada anak-anaknya. Ada orang tua yang tipe friendly dan Welcome dengan anak. Tapi ada orang tua yang tertutup dan cuek dengan anak. Sebagai anak jika di suruh memilih, pasti ingin orang tua yang friendly dan Welcome kepada anak. Namun, tidak semudah itu, Tuhan belum tentu akan menurut dengan apa yang anak rencanakan. Nyelekit memang, jika tak bisa se...

Ketika Mentalmu dijatuhkan

  Ketika Mentalmu dijatuhkan Separuh Nyawa Bahagia yang aku tunjukkan pada kalian, mungkin sebuah cara aku menghibur diriku sendiri. Tidak mudah membahagiakan hatiku sendiri dengan semua kondisi yang telah terjadi. Banyak petuah yang tak bisa aku resapi, namun terus didekte untuk aku percayai. Orang-orang mengatakan kepadaku, “ Lihat aku! Aku seperti ini dan kamu tidak sepertiku, seharusnya kamu lebih bersy u kur ” Aku mendengarkanmu, tapi kita punya kisah masing-masing, mungkin aku tidak bisa menjadi sepertimu dan sebaliknya, kamu mungkin juga tidak bisa sepertiku. Intinya b ukan tentang masalah bersyukur atau mengingkari nikmat. A ku hanya mengucapkan sebuah harapan dengan awalan kalimat “ Jika aku … ” Tapi selalu saja ini dianggap sebagai hal konyol yang tak seharusnya aku lakukan. Kalau aku boleh mengutarakan sebuah pertanyaan, “ Apakah kamu selalu bahagia dengan kehidupanmu? Apakah kamu tidak pernah merasakan lelah? Apakah kamu tidak pernah berpikir untuk berhen...

Ketika kehidupan ini berharga

Ketika kehidupan ini berharga Separuh Nyawa Iya, kita tidak akan menghargai setiap hembusan nafas ketika kita tidak merasakan kesedihan. Mendapat kegembiraan akan membuat hati diri seolah lupa dengan semuanya. Lupa dengan adanya akhir kehidupan yang sesungguhnya. Kedamaian yang diperoleh dunia kadang adalah pedang tajam bagi iblis untuk menjerumuskan diri manusia yang telah terlena dengan dunia. Aku pernah merasakan ingin sekali menemui akhir hidup. Kala itu aku hampir tidak pernah merasakan kebahagiaan. Hanya kesedihan yan aku dapatkan. Tapi ketika aku memohon itu bukannya Allah mengabulkan sebuah kebahagiaan. Aku malah diberi lagi kesedihan. Iya, kesedihan yang bermain dengan maut. Gila! Rasanya kayak ditampar bahwa dulu kesedihan yang aku rasakan. Aku pikir aku tidak sanggup lagi menghadapinya. Tapi faktanya aku malah diberi lagi kesedihan. Ketika itu juga, aku pasrah tidak ada yang bisa aku lakukan. Aku hanya berpikir jika maut harus menjemputku aku nurut dan pasrah saja. Ternyata ...

Tuhan, Aku Ingin Pulang!

Gambar
  Tuhan , aku ingin Pulang! Separuh Nyawa Aku pernah berada dalam suatu kondisi, dimana aku ingin pergi dari hiruk pikuk dunia. Entah kenapa, setiap detik yang aku jalani, bagi k u hanyalah sebuah ilusi. A ku harus terus tersenyum meski hatiku perih dan sakit. “ Bolehkan aku sekali-kali mengatakan aku tidak baik-baik saja? ”   K adang pertanyaan ini selalu ingin aku ucapkan dihadapan seseorang. Bukan, seseorang sih, melainkan dua orang. Mereka yang amat aku harapkan selalu hadir dalam hidupku. Namun, aku harus mematahkan harapanku sendiri. Aku tidak menyerah, hanya aku menutup semua akses yang mengharapkan aku bahagia dengan mereka. Mungkin, sebenarnya aku bisa bahagia dengan mereka. Tapi, aku tidak tahu kapan naskah Kuasa itu akan terealisasi. “ Bolehkan aku bertanya, apakah hidupku hanya sekedar hidup dan tak punya kasih sayang ?” Inilah pertanyaan klamufaseku kepada Tuhan. Bentuk basa-basiku kepada Tuhan yang entah kenapa aku mengucapkannya. Alasannya sepele...